ABSURD DAY

Awal tahun 2015 sepanjang bulan januari, setidaknya gue udah ngalamin hal yang bener-bener bikin gue harus menguras emosi dan air mata *ini lebayyy.
Tapi beneran lho, rasa yang gue alami itu nano-nano ada  happy, kesel sampai level tertinggi hampir bikin sungai di ujung mata gue jebol. gue merasa jadi orang linglung kaya anak yang kehilangan ibunya di tengah pasar, bikin gue jadi absurd bin sengklek. gue kelimpungan berasa ketiban duren RUNTUH!! Ajeegilee..

Selama liburan bulan ini gue punya segudang aktivitas. Entah itu diskusi terbuka, sosialisasi pendidikan ke sekolah-sekolah, jaga stand, dll. Dan semua acara mepet dengan jadwal masuk kuliah gue. Tanggal 25 januari gue masih harus stay di acara expo karena harus presentasi dan promosi tentang kampus. Sedangkan tanggal 26 januari gue udah harus kuliah. Pulang dari expo rencana gue mau ke bandung naik bis terakhir jam 4. Tapi apadaya, gue harus merelakan bis itu pergi, karena kita jalan beriringan guys udah kaya pengantin aja. Gue jalan naik motor, eh si bis dengan setia ada di samping gue. Gue jadi inget lirik lagu "Semakin ku kejar semakin kau jauh” dan lagunya ngena banget di hati. Hikss...

Gue ga mau terlalu larut dalam kesedihan, masih ada alternatif, gue hubungi travel yang berangkat pukul 2 pagi. Ternyata travel juga udah di booking semuaa. Akhirnya gue ambil opsi terakhir naik bis yang jam 5 pagi. Pas hari itu gue kuliah jam 10.20, gue tanya sama akang kondektur.
 “ pak nyampe bandung jam berapa yaa?”
“Jam 10’an neng” jawab akang kondektur

Di jalan gue terus merapal mantra eh do'a. Pukul 10.20 waktunya ngampus malah masih stay di tanjungsari. Gue kelabakan udah kaya ikan yang diangkat ke daratan, anak-anak kelas gue sms plus bbm semua broo, minta di ijinin. Ya tadinya gue mau bolos kuliah hari pertama, tapi ada pepatah mengatakan “lebih baik datang terlambat daripada tidak sama sekali” akhirnya gue mutusin buat turun depan kampus dengan seabreg bawaan yang gue bawa dari rumah persis kaya orang mau pindahan. Gue titipin barang-barang ke toko buku langganan, tanpa ada aba-aba gue langsung lari maraton ke gedung kuliah yang lokasinya paling atas dan paling ujung diantara gedung yang lain. pffttt

***
Hari itu adalah hari yang paling kacau. Gue kuliah gak bawa tas, muka lecek kaya baju yang ga di setrika. Ahhhh absurd banget deh pokoknya! Untungnya dosen gue kali ini berhati malaikat, gue masih boleh masuk kelas dan ngisi absen. Arigato pak :)








PUNTUNG MORALITAS, SIMBOL KEJANTANAN DAN EKSISTENSI PEREMPUAN

Jika kita mendengar kata bunuh diri maka akan secara otomatis otak kita mentransformasikan rentetan kasus dan ragam bunuh diri yang disajikan di tayangan televisi. Persepsi kita terhadap orang yang bunuh diri adalah bahwa orang tersebut dilanda kekalutan, kekecewaan, pesimistis, dan hilangnya gairah untuk menjalani hidup. penyebabnya beragam ada yang putus cinta, ditinggal nikah, tidak mendapat pekerjaan, IPK terus merosot dan lain-lain. bentuk dan cara bunuh diri pun  beragam ada yang menggunakan tali, minum baygon, sayatan pisau, terjun dari lantai atas.

Tapi sadarkah kita bahwa ada cara bunuh diri paling 'epik'? mungkin diantara kita banyak yang tidak menyadarinya bahwa bunuh diri paling 'epik' adalah 'merokok'. Kita tentu sepakat bahwa merokok menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Pemerintah bersabda demikian dan industri rokok dari yang rumahan sampai yang berhasil bangun sekolahan, mengamininya dengan mencantumkan teror bahaya rokok pada setiap kemasannya. Dan kita pantas tepuk tangan menanggapi hegemoni industri rokok di Indonesia yang berhasil melegalkan kegiatan meracuni diri menjadi tampak apik, bunuh diri paling romantis.

1. Simbol Kejantanan

Merokok sering diidentikan dengan pria. Anasir masyarakat Indonesia menilai merokok merupakan simbol kejantanan seorang pria, padahal kejantanan dan rokok dilihat dari segi manapun gak berhubungan dan gak masuk akal. Cukuplah simbol kejantanan dinilai dari jenis kelamin dan hal-hal heroik yang dilakukannya. Mereka beralasan bahwa rokok dapat membangkitkan pikiran-pikiran terutama bagi seorang aktivis. Rokok sudah menjelma candu.
Semua perempuan suka dengan pria visioner. Bukan hanya pria yang menyajikan kata-kata romantis tiap hari, kencan tiap malam minggu, dan kirim bunga tiap bulan. Visioner berarti mempunyai pandangan hidup untuk masa depannya termasuk kesehatannya di masa yang akan datang. Tetapi hegemoni industri rokok menyetir perokok pria untuk terus merokok sampai tua dan lebih cepat mati kemudian meninggalkan pasangannya. Inikah masa depan? lantas bagaimana dengan kita sebagai perempuan?

2. Eksistensi Wanita

Relasi hubungan antara rokok dan laki-laki adalah hal yang biasa. Ketika dihadapkan pada "perempuan yang merokok" maka moralitas adalah ujungnya. Perempuan perokok cenderung dipandang perempuan tidak baik padahal moralitas tidak pernah melihat jenis kelamin, usia, status sosial. Dampaknya sudah tentu gangguan kehamilan dan janin bagi perempuan. Hal ini mengindikasikan bahwa perempuan dengan segala perasaan inferiornya harus menjaga kesehatan untuk mendidik dan membesarkan anaknya. Maka afirmasi merokok adalah simbol kejantanan yang membuat eksistensi wanita tetap langgeng. Dan harapan hidup perempuan cenderung lebih tinggi dibanding laki-laki. Terlepas dari itu semua, wanita diuntungkan dengan keeksisannya untuk melanjutkan hidup dengan waktu lebih lama dari pria. Maka tidak heran jika kini berbagai sektor kehidupan, dominasi wanita mulai bermunculan dan menunjukan kemampuannya dengan berani.

Merokok, kembali pada pendirian masing-masing tanpa melibatkan moral dan jenis kelamin. 4000 racun dalam rokok tetap saja dapat hinggap pada semua. Pasif-aktif, wanita-pria, tua-muda. Yang pasif sekalipun, terpaksa rela merugi banyak. Tidak merokok, benci rokok namun dia terjangkit racun begitu saja. Tidak ada yang bisa memilih, kecuali menjadi manusia lilin yang menghindari  panas, dengan membungkus seluruh tubuhnya dari racun nikotin.



 

Catatan Gadis Puisi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review