HAWA


Perempuan itu lebih rumit dari rangkaian soal aljabar,  fisika, kimia ataupun benang kusut yang gak tau ujungnya. Perempuan adalah tokoh peri dalam kisah dongeng. Membuat matamu berbinar dan jantungmu bergetar seperti getaran bibir seseorang yang kehausan di depan gelas yang berisi minuman 

Kau akan bersedia diikat hatimu olehnya layaknya tokoh pewayangan Pandawa yang bersedia diikat hatinya oleh Drupadi. Ada makna terdalam dalam setiap tatapan matanya, kelembutannya, senyumnya dan tangisnya. Tatapan matanya layaknya tatapan ular dengan instingnya siap menerkam ketika melihat mangsanya atau insting siap membunuh tatkala melihat musuhnya. Satu tatapan dari seorang perempuan bisa membuatmu menjadi laki-laki yang paling bahagia atau paling nestapa di dunia. Kelembutannya seperti kapas yang ditiup angin. Kelembutannya mampu meredam amarahmu, layaknya hujan di gurun pasir yang gersang. Senyumnya mampu merobohkan sendi-sendi syarafmu, masuk ke dalam relung jiwa dan membuat hatimu terkapar tak berdaya. Tangisnya mampu membuatmu menjadi lelaki yang paling durjana di dunia tatkala menyakitinya, ekspresi manjanya layaknya ekspresi anak kecil yang meminta permen kepada ibunya. Kekuatannya dalam menahan rasa sakit laksana karang yang tetap tegak berdiri di tengah deburan ombak yang menerpa. Kegilaan yang indah bukan?

Keindahan perempuan laksana keindahan purnama berpayung langit malam ditemani tetesan hujan yang berpadu dalam nirwana. Keindahannya adalah bahasa abadi yang dinyanyikan manusia dan menjadikannya sebagai perasaan sunyi bak telaga tenang yang mengajak anak sungai mengalir kedalamnya dan menjadikannya keindahan yang abadi. Siapa yang tidak akan terpukau olehnya? Senyumnya, jelitannya, tatapan matanya mampu menyeretmu menuju singgah sana keabadian cintanya.

HUJAN

Hujan,  kamu dengan segala kebisuanmu menyimpan jutaan kata dan rahasia yang tak tersampaikan. Mewakili dua hati yang sedang dilanda rindu yang menggebu dan berharap temu pada suatu waktu. Rapalan doa dan harapan di waktu hujan membumbung tinggi menjadi satu, mengetuk Arsy-nya berharap Tuhan menjabahnya serta menjadi penghias taman langit malam. Hujan dapat memancing memori terdalam manusia. Ketika hujan turun, manusia seolah diajak berfantasi dengan memori-memori lama yang pernah dimiliki. Masuk ke relung terdalam dan membuat suasana menjadi damai. Manusia relatif akan memilih diam dan merenung ketimbang tertawa-tawa di kala hujan turun.
Entah bagaimana itu bisa terjadi, yang jelas saya merasakan hal itu. Suasana damai dan harmoni yang tercipta di balik gemericik air yang turun, hembusan angin yang menerpa, atau pun hawa dingin yang menusuk, Sebab itulah saya tidak pernah membenci hujan. Hujan bagi saya adalah anugerah. Hujan adalah waktu di mana manusia bisa mengulang kembali kisah lama. Cukup dengan merenung dan menikmati tiap tetes air hujan yang turun. Hujan dan memori adalah romantisme kisah klasik yang membahagiakan.

 

Catatan Gadis Puisi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review